Jumat, 03 Mei 2013

MATERI LAPORAN PENULISAN SKRIPSI


FORMAT TATA TULIS SKRIPSI


A.     FORMAT SKRIPSI
Skripsi disusun dengan sistematika sebagai berikut:
1.    Bagian awal
a.     Sampul Skripsi
Sampul skripsi memuat judul (dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukan dengan tepat masalah yang diteliti), maksud penulisan skripsi (untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar Sarjana Teknik), lambang    ITATS, nama dan nomor mahasiswa (ditulis lengkap dan tanpa derajat kesarjanaan. Nomor mahasiswa dibawah nama), nama program studi atau jurusan, nama Fakultas, nama universitas (Institut), dan tahun penyelesaian. Sampul dibuat dari kertas karton tebal dengan warna Biru Tua. Contoh sampul skripsi dapat dilihat pada lampiran T1.

b.     Halaman Putih dan Kosong
Halaman tersebut dimaksudkan  untuk perantara antara sampul skripsi dan halaman judul.

c.     Halaman Judul
Format halaman judul sama dengan halaman sampul, bedanya dengan halaman sampul, halaman ini dicetak pada kertas HVS berwarna putih.

d.     Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat bukti pengesahan administrative dan akademik oleh tim penguji dan Ketua Jurusan Teknik Informatika - ITATS. Unsur-unsur yang harus ada dalam halaman ini ialah judul skripsi, nama penulis, pernyataan pengesahan panitia penguji dan Ketua Jurusan Teknik Informatika. Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran T2a-b.

e.     Halaman Persembahan
Halaman ini dimaksudkan untuk menyampaikan kata-kata persembahan yang dianggap penting untuk disampaikan oleh penulis skripsi. Halaman ini sifatnya bukan keharusan, boleh ada boleh tidak.

f.      Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Abstrak disusun dengan menggunakan urutan kata ABSTRAK, abstrak tidak boleh lebih dari 250 kata dan di tulis dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang tujuan, cara dan hasil penelitian.Tujuan penelitian disarikan dari tujuan penelitian, cara disarikan dari halan / metode penelitian, dan hasil penelitian disarikan dari kesimpulan. Penulisan abstrak disertai 3-5 kata kunci (Key Word).

g.     Kata Pengantar
Kata pengantar dimaksudkan untuk menyampaikan informasi secara global mengenai maksud penulisan skripsi, dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi. Kata-kata tersebut disusun dalam bentuk essai.

h.     Daftar isi
Daftar isi memuat secara rinci isi secara keseluruhan skripsi  beserta letak nomor halamannya. Unsur skripsi yang dimasukkan ke dalam daftar isi dimulai dari abstrak sampai dengan lampiran. Halaman sampul, halaman judul, halaman pengesahan, dan halaman persembahan tidak perlu dimasukkan kedalam daftar isi. Meskipun demikian halaman-halaman tersebut tetap diperhitungkan untuk pemberian nomor halaman.

i.      Daftar Tabel
Daftar tabel(jika ada) memuat nomor urut, judul tabel beserta nomor halaman dimana tabel tersebut disajikan.

j.      Daftar Gambar
Daftar gambar(jika ada) berisi nomor urut, judul gambar beserta nomor halaman dimana gambar tersebut disajikan.

k.     Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat acuan judul lampiran dan nomor halamannya. Perlu tidaknya suatu daftar gambar, sama dengan persyaratan daftar lampiran.


2.    Bagian Isi
Isi skripsi disajikan dalam bentuk Bab-bab, Subbab, dan  atau tingkat hirarki judul yang lebih rinci lagi dengan menganut sistematika tertentu. Karena adanya berbagai pendekatan penelitian yang mungkin digunakan dalam penyusunan skripsi, mahasiswa diharapkan membaca buku-buku panduan atau berkonsultasi dengan pakar yang ahli dalam bidang metodologi penelitian.  



3.   Bagian Akhir
a.     Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua buku, jurnal, laporan penelitian, dan sumber-sumber rujukan lain  yang digunakan  dalam penulisan skripsi. Daftar pustaka disusun menurut format khusus yang cara penulisannya diuraikan tersendiri pada halaman berikutnya.

b.     Lampiran
Lampiran memuat semua dokumen atau bahan penunjang yang dilaksanakan dalam penulisan skripsi, tetapi dianggap terlalu mengganggu jika dimasukkan dalam teks  isi skripsi. Lampiran dapat berupa listing program, gambar rangkaian, data sheet, surat survey, instrument, rumus-rumus dam perhitungan statistik yang dipakai, prosedur perhitungan, dan hasil uji coba.


B.  ISI SKRIPSI
Pada dasarnya bab-bab dalam penyusunan skripsi kurang lebih sama. Secara ringkas bab-bab tersebut akan diuraikan dalam butir-butir berikut.

1.    Pendahuluan
Bab pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut:
a.     Latar belakang, menjelaskan rasional atau justifikasi penelitian   dilihat dari latar belakang pemilihan  permasalahan yang diteliti.
b.     Perumusan Masalah, dirumuskan secara lugas dan jelas. Perumusan masalah dapat dilakukan dengan menggunakan kalimat pertanyaan atau kalimat bentuk narasi. Rumusan masalah dapat dibagi dalam sub-sub permasalahan.
c.     Batasan Masalah, dibuat sesuai dengan ruang lingkup  penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan dilapangan (dalam perancangan dan pembuatan program), dan ke-terbatasan yang ada pada penulis tanpa mengorbankan kebermaknaan, konsep, atau judul yang diteliti.
d.     Tujuan, menyatakan target penelitian yang akan dicapai. Banyaknya tujuan penelitian tidak harus sama dengan banyaknya rumusan masalah penelitian.
e.     Metodologi, berisi bagaimana metode / proses perancangan dan pembuatan skripsi tersebut, sampai laporannya dapat diselesaikan.
f.      Sistematika Penulisan, berisi tentang sistematika penulisan laporan skripsi
g.     Relevansi, menjelaskan tentang apa yang diharapkan setelah adanya system yang sudah dibuat, atau berupa hasil untuk perkembangan teknologi informasi.

2.     Landasan Teori atau Kajian Teori atau Kajian Pustaka
Bagian ini berisi analisis berbagai teori dan hasil penelitian yang relevan   dengan masalah yang akan diteliti. Dalam bagian ini peneliti melakukan sintesis terhadap teori yang relevan agar diperoleh legitimasi konseptual terhadap variabel yang akan diteliti. Unsur-unsur suatu teori hendaknya nampak secara jelas, seperti defenisi, asumsi, hubungan antar variabel, dan daya penjelasannya terhadap masalah yang diteliti. Seperti : penjabaran sistem informasi, Database, Jaringan, web, program-program yang digunakan dan lain sebagainya.

3.     Perancangan
Bab ini berisi tentang perancangan dari sistem yang dibuat. Perancangan ini meliputi : pokok-pokok bahasan dari perancangan, baik secara perangkat lunak atau perangkat keras yang dibuat.

4.     Implementasi
Bab ini berisi tentang hasil perancangan dari sistem/program yang dibuat.

5.     Penutup
Berisi Kesimpulan dan Saran. Dalam bagian ini peneliti menyimpulkan hasil peneliti secara tegas dan lugas, sesuai dengan permasalahan  penelitian. Setelah hasil penelitian disimpulkan, peneliti juga harus  mampu memberikan saran yang operasional berdasarkan temuan penelitian. Saran tersebut merupakan tindak lanjut sumbangan penelitian bagi perkembangan teori maupun praktek bidang yang diteliti.


C.    BAHASA DAN TATA TULIS SKRIPSI
Bahasa dan tata tulis untuk skripsi meliputi ketentuan tentang bahasa, pengetikan dan cara penulisan. Berikut adalah ketentuan tentang hal-hal tersebut. Skripsi ditulis dengan bahasa Indonesia baku. Tata cara penulisan mengikuti aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

1.     Pengetikan
a.     Kertas dan Ukuran
Skripsi diketik pada kertas berwarna putih ukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm) dengan berat 80 gram. Apabila di dalam tulisan harus harus dipergunakan kertas khusus, seperti kertas millimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan, dan sejenisnya, boleh menggunakan kertas diluar batas ukuran yang telah ditentukan kemudian dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah yang telah ditentukan.

b.     Sampul
Sampul luar menggunakan karton tebal dan dilapis plastik bening dengan  warna sampul Biru Tua. Tulisan pada sampul luar menggunakan huruf  berwarna emas. Format tulisannya seperti Lampiran T4

c.     Spasi Pengetikan
Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya dalam pengetikan skripsi adalah dua spasi. Khususnya untuk judul tabel, dan judul gambar yang lebih dari satu baris diketik dengan jarak satu spasi, jarak antara penulisan Bab dan nama bab adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak antara dua sumber diketik dalam dua spasi.

d.     Batas Tepi Pengetikan Naskah
Batas tepi pengetikan naskah mengikuti ketentuan sebagai berikut:
Tepi atas               : 4 cm
Tepi bawah           : 3 cm
Tepi kiri                  : 4 cm
Tepi kanan            : 3 cm


e.     Pengetikan Alinea Baru
Pengetikan alinea baru dimulai pada huruf keenam dari tepi   kiri.

f.       Pengetikan Bab, Subbab, dan anak Subbab
1)     Nama bab diketik dengan huruf kapital dengan jarak 4 cm dari tepi atas. Nomor urut bab ditulis dengan huruf  Romawi dan ditulis ditengah-tengah kertas diatas nama bab, dengan menggunakan pilihan huruf Time New Roman 14 dicetak tebal.
2)     Pengetikan subbab dan nomor subbab dimulai dari batas tepi kiri. Huruf awal subbab ditulis dengan huruf  kapital, kecuali kata tugas, nomor subbab ditulis dengan menggunakan angka sesuai dengan babnya dan nomor urut penulisan tanpa menggunakan tanda titik dibelakangnya. Contoh : Bab I (1.1 dan seterusnya) dengan menggunakan pilihan huruf Time New Roman 12 dicetak tebal.
3)     Pengetikan anak subbab dimulai dari batas tepi kiri. Huruf awal suatu kata ditulis dengan huruf kapital kecuali huruf awal kata  tugas seperti dalam, terhadap, pada, dan sebagainya. Nomor anak sub bab sama dengan sub bab, contoh : 2.1.1 Database Sistem, dengan menggunakan pilihan huruf Time New Roman 12 dicetak tebal.
4)     Penomoran untuk pada sub bab maupun anak sub bab tidak boleh menggunakan bullet

g.     Penggunaan Huruf
Naskah harus diketik dengan computer dengan menggunakan pilihan huruf Time New Roman 12, dan dicetak dengan printer “letter-quality”. Penggunaan printer dot matrik tidak diperbolehkan.
                 
2. Cara Penulisan
a.     Penomoran Halaman
1)     Penomoran Halaman               
Nomor halaman di letakkan  di sebelah bawah  tengah, dua spasi di bawah baris terakhir baris teks untuk halaman bab, dan nomor halaman di letakkan  di sebelah kiri atas untuk halaman setelah bab . Nomor halaman menggunakan angka Arab, dimulai dari bab pendahuluan. Halaman-halaman sebelumnya, sepeti halaman judul, kata pengantar daftar isi, daftar tabel, daftar gambar menggunakan angka Romawi kecil.
2)     Penomoran Matematis
Jika didalam laporan  penelitian terdapat sejumlah  persamaan matematis, penomoran dilakukan  dengan angaka Arab yang ditempatkan dekat batas tepi kanan diantara dua kurung.

c.     Huruf  Miring(Italics)
          Huruf miring digunakan untuk:
1)     Judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publikasi yang lain, serta nomor penerbitan dalam daftar pustaka.
2)     Istilah, kosakata, atau kalimat bahasa asing yang digunakan ke  dalam teks.
3)     Huruf, kosakata, frase, atau kalimat sebagai aspek linguistic.

d.     Penyajian Tabel dan Gambar
1)     Tabel
1.     Nomor tabel di letakkan di tengah antara margin kiri dan kanan, kemudian diikuti nama table di tulis dibawahnya dengan jarak satu spasi.
2.     Nomor tabel menggunakan angka Arab, ditulis secara urut,  tanpa memandang dalam bab mana  tabel disajikan.
3.     Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran   menggunakan  urutan penomoran tersendiri, tidak menyambung nomor tabel dalam teks.
4.     Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
5.     Tulisan Tabel, nomor tabel, dan nama tabel diletakkan diatas tabel.

2)     Gambar
Pengertian gambar disini meliputi foto, grafik, diagram (flowchart, DFD, Level Kontex dll), peta, bagan, skema, dan yang sejenis. Penyajian gambar mengikuti ketentuan sebagai berikut:
a.     Tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar diletakkan dibawah gambar, ditengah antara margin kiri dan kanan.
b.     Nomor gambar ditulis dengan angka Arab, ditulis secara berurutan dengan memandang dalam bab mana gambar disajikan.
c.     Gambar disajikan dalam satu bab.

e.     Pengutipan
1)     Cara Menulis Kutipan Langsung
Kutipan langsung ditulis sama persis dengan sumber aslinya baik  mengenai bahasanya maupun ejaanya. Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih, diketik satu spasi, dimulai lima ketikan dari margin kiri. Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan dalam teks, ketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik rangkap(“). Apabila pengutip memandang perlu untuk menghilangkan beberapa bagian kalimat, maka pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah. Bila pengutip ingin memberikan penjelasan atau menggaris bawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus memberikan keterangan. Keterangan tersebut berada diantara tanda kurung, misalnya(garis bawah dari pengutip).

2)     Cara Menulis Sumber Kutipan Langsung
Sumber kutipan langsung  dituliskan dengan menyebutkan nama        pengarang (hanya nama keluarga, bila ada), tahun terbitan, dan nomor halaman yang dikutip.
Contoh : (Bailey, 1978: 12)

3)     Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip dalam kalimat yang disusun sendiri oleh pengutip. Kutipan tersebut ditulis dengan spasi rangkap sama seperti teksnya.

4)     Cara Menulis Sumber Kutipan Tidak Langsung
Sumber kutipan tidak langsung ditulis dengan menyebut nama pengarang   dan tahun terbitan. Contoh :
…….(Kaufman, 1981)
Menurut Kaufman(1981),…………..

f.      Penulisan daftar pustaka
Penulisan daftar pustaka menganut sistem yang berlaku secara  internasional, dalam hal ini model APA(American Psychological Association), butir-butir ketentuannya sebagian disajikan dibawah ini. Butir-butir pustaka diurutkan secara alfabetis menurut nama pengarang  dan tidak perlu menggukan nomor urut.

1.     Penulisan Buku
Penulisan buku mengikuti urutan nama pengarang, tahun terbitan, nama penerbit , tempat penerbitan, dan nama penerbit. Penulisan nama pengarang diawali dengan nama akhir pengarang, yaitu nama keluarga (surname). Nama lain atau huruf singkatannya (initials) ditulis dibelakang nama akhir dan dipisahkan dengan koma. Initial ditandai dengan titik dibelakangnya. Apabila pengarang tidak mempunyai nama pengarang tidak mempunyai nama keluarga, penulisan nama pengarang menurut nama yang sudah dikenal. Apabila pemilik nama tersebut berperan sebagai penyunting buku, maka dibelakang namanya diberi tanda (Ed.) atau (Eds.) jika lebih dari seorang. Penggunaan catatan kaki untuk menyebutkan sumber tidak  diperkenankan. Catatan kaki dipergunakan apabila ingin memberi keterangan lebih lanjut tentang suatu istilah atau hal yang tercantum dalam teks. Contoh :

(1)   Buku dengan Pengarang Satu Orang
Bernstein, T.M.  (1965).  The careful writer: A modern guide to  eglish usage. New York: athenaeum
Sukamto  (1988) Perncanaan dan pengembangan kurikulum pendidikan  teknologi dan kejuruanJakarta : P2LPTK.

(2)   Buku dengan dua orang Pengarang
Strunk, w, Jr, & White, E.B. (1979). The elements of syle(3rd ed). New York: Macmilllan

(3)   Buku yang Disunting
Letheridge, S. dan Canon. C.R.  (Eds). (1980). Billingual education: Teaching English as a second  language. New York : Praeger.

(4)   Buku yang Direvisi
Cohen, J. (1977). Statical power analysis for the behavioral science (Rev.ed). New York: Academic Press.

(5)   Buku Terjemahan
Luria R. (1969). The mind of of a maemonist (terjemahan L. Salotaroff). New york :Avon Books. Buku asli diterbitkan tahun  1965



2.     Artikel jurnal
Penulisan artikel dalam jurnal mengikuti urutan : nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal, nomor jurnal, dan halaman. Contoh :
(1)   Atikel dengan Satu Pengarang
Paivio, A. (1975). Perceptual comparisons through the minds eye. Memory & cognition 3. 635-647.

(2)   Artikel dengan Dua pengarang
Becker, L.J.  dan Seligman, C. (1981). Wellcome to the energy crisis Jornal of social issue 37 (2). 1-7.

(3)   Artikel Majalah
Gardner, h.(1981, December). Do habies sing a universal song ? Psychology today. Pp. 70-76.

(4)   Artikel Surat Kabar
Stdy finds free care used more. (1982, April). APA monitor. P. 14.


3.     Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi yang Diterbitkan
Foster-Havercamp. M.E.(1982). An analys of the relationship between preservice teacher training and directed teaching performance doctoral dissertation. University of Chicago. (1981). Dessertation abtract International. 42. 4409A.

Djemari Mardapi, dkk (1994). Daya prediksi tes masuk IKIP Jakarta terhadap prestasi dan lama studi mahasiswa Pascasarjana IKIP Yogyakarta. bstrak Hasil Penelitian IKIP Yogyakarta. Yogyakarta : Lembaga penelitian

4.     Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi yang tidak diterbitkan
Ryerson, J.F. (1983). Effective management training : Two models. Tesis Master, tidak dipublikasikan. Clarkson College of technologhy. Postdam. NY.

Suparno, dkk.  (1988). Studi eksperimental  metode membaca PQRST dan metode  membaca STUDY terhadap mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta. Laporan Penelitian IKIP Yogyakarta.

Muri Yusuf. (1984). Pengaruh karakteristik psigologik mahasiswa dan nilai tes masuk terhadap prestasi belajar mahasiswa program S1 Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Padang.Tesis. IKIP Jakarta.







Lampiran TA-1




SISTEM  INFORMASI  DAN  MONITORING  SKRIPSI

 
DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI - ITATS
BERBASIS CLIENT SERVER




SKRIPSI



Oleh :

M U R D I O N O
06.2002.1.02914






1 sp
 

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2007





Lampiran TA-2


 
SISTEM  INFORMASI  DAN  MONITORING  SKRIPSI
DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI - ITATS
BERBASIS CLIENT SERVER






 

SKRIPSI


Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Pada
Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Surabaya,  Mei 2007

Mengetahui / Menyetujui,


Ukuran font : 12
 
Dosen Pembimbing I                                                             Dosen Pembimbing II          




Ir. Hari Agus Sujono, MSc.                                                  Sulistyowati, ST.    
Nip : 911092                                                                           Nip : 001118



Jurusan Teknik Informatika
Ketua,



Ir. Wahyu Widodo M.Kom.   
              Nip : 881012


Lampiran TA-3


 


LEMBAR PENGESAHAN


Ukuran font : 12
 


SKRIPSI BERJUDUL

SISTEM  INFORMASI  DAN  MONITORING  SKRIPSI
DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI - ITATS
BERBASIS CLIENT SERVER


Yang dipersiapkan dan disusun oleh


M U R D I O N O
06.2002.1.02914

Dipertahankan di depan penguji skripsi
Jurusan Teknik Informatika
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Tanggal : 21 Mei 2006

Dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima




Ukuran font : 12
 
PENGUJI


  1. Nama              :  Ir. Hari Agus Sujono, MSc.                     
NIP                 :  911092
Ketua Sidang/ Pembimbing Utama/ Penguji I                   __________________

  1. Nama              : Budanis Dwi Meilani, ST. M.Kom.                      
NIP                 : 961047
Penguji II                                                                               __________________
           
  1. Nama              : Ir. Wahyu Widodo, M.Kom                     
NIP                 : 881012
Penguji III                                                                              __________________

  1. Nama              : Tutuk Indriyani, ST. M.Kom.                  
NIP                 : 941048
Penguji IV                                                                              __________________




Lampiran TA-4

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya / pendapat yang pernah ditulis oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam Daftar Acuan / Daftar Pustaka.
Apabila ditemukan suatu jiplakan / plagiat maka saya bersedia menerima akibat berupa sangsi Akademis dan sangsi lain yang diberikan oleh yang berwenang sesuai ketentuan, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.




Surabaya,   Mei 2007
Yang membuat peryataan



M U R D I O N O
NPM : 06.2002.1.02914






Lampiran TA-5

DAFTAR ISI
                                                                                                                   Halaman
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ……………………………………………………………………..  i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………..  iii
ABSTRAK ………………………………………………………………………………………. iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………. v
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………………. vii
DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………………. viii
BAB I   :    PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang …………………………………………………………………. 1
BAB II  :    LANDASAN TEORI
            Paket Bahasa dalam Data Base ……………………………………………………………..   9
          DML (Data Manipulation Language) ………………………………………………………       10
           2.2.1.1   Query …………………………………………………………   11
BAB III :   TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
                   3.1   Sejarah Perusahaan ……………………………………………………………   22
BAB IV :   URAIAN SISTEM
                   4.1   Perancangan Sistem ……………………………………………………………  35
                            4.1.1   Sistem Operasi (Operating System) …………………………………….  37
                   4.2   Entity Relationship …………………………………………………………….   38
BAB V  :    PENUTUP
                   5.1   Kesimpulan …………………………………………………………………….  70
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….            72
LAMPIRAN

Catatan :  Jarak antar baris adalah 2 spasi (double)


Lampiran TA-6


DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1   Pembagian Kelas TCP/IP ……………………………………………………………... 46
Tabel 3.3   Penjualan  …..…………………………………………………………………………  59



Catatan :  Jarak antar baris adalah 2 spasi (double)










Lampiran TA-7


DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 4.1  Form Komisi Cabang   ...………………………………………………………….…  23
Gambar 4.2  Kotak Dialog  ………………………………………………………………………..  45



Catatan :  Jarak antar baris adalah 2 spasi (double)



  


Lampiran TA-8


DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. (2003). Langkah Mudah Untuk Mengkonfigurasi Router Cisco. Yogyakarta: Andi Offset  

Mc. Leod, Jr. Raymond. (1995). Sistem Informasi Manajemen, Jilid II. Jakarta: Mc. Graw Hill



Catatan :  Jarak antar baris adalah 2 spasi (double)





  



Lampiran TA-9
BAB II
LANDASAN TEORI

                           Kegunaan Data Base
                 Penyusunan data base digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data, yaitu :
1.     Kesulitan dalam pengaksesan
2.     Keamanan
                                    Kesulitan dalam Pengaksesan
Pada sebuah perusahaan atau lembaga yang diinginkan adalah pengoptimasian tentang menejemen pada …………………………………………………………………………………........
…………………………………………………………………………………. antara lain :
1.     Paket bahasa dalam data base
      Dalam pengoperasian dan penggunaan data base, terdapat 3 paket bahasa yaitu :
a.      DML (Data Manipulation Language), adalah bahasa yang mengijinkan user untuk mengakses ataupun memanipulasi data dalam basis data.……………………………………..
……………………sebagai berikut :
1.     Mengambil informasi yang disimpan.
2.     Menyisipkan informasi ke basis data.
                                                  Mengambil Informasi yang Disimpan
                   …………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………





Lampiran TA-10

 Tabel 3.2       
Struktur Tabel Pegawai
Nama Field
Tipe Data
Panjang
Keterangan
pe_nip
char
10
Kunci Primer
pe_ha_id
char
4
Kunci tamu
pe_jpe_id
char
3
Kunci tamu
pe_jur_id
char
2
Kunci tamu
pe_nama
varchar
50

pe_alamat
varchar
75

pe_telprumah
varchar
10

pe_hp1
varchar
12

pe_hp2
varchar
12

pe_email
varchar
30

pe_http
varchar
50

pe_password
varchar
30

pe_aktif
varchar
15

Senin, 25 Maret 2013

Tugas Softkil : JENIS - JENIS KARANGAN


Jenis-Jenis Karangan
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasideskripsieksposisiargumentasi, dan persuasi.

Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi,autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novelcerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
·         Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
·         Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
·         Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.
1.    (What) Apa yang akan diceritakan,
2.    (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3.    (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.    (Who) Siapa pelaku ceritanya
5.    (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6.    (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.

Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.Ia ditangkap Belanda dan diasingkan keBengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Contoh
Contoh narasi berisi fakta: saya malam ini akan tidur dan bangun esok pagi

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
Jenis-jenis narasi
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
·         Narasi ekspositorik
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.
·         Narasi artistik
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
·         Narasi sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Ciri-ciri Karangan Narasi
Menurut Keraf (2000:136)
·         Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
·         Dirangkai dalam urutan waktu.
·         Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
·         Ada konfiks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
·         Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
·         Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
·         Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
·         Memiliki nilai estetika.
·         Menekankan susunan secara kronologis.
Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
Tujuan
Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:
·         Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
·         Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca
Langkah-langkah menulis karangan narasi
·         Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
·         Tetapkan sasaran pembaca
·         Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
·         Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
·         Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
·         Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
·         mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut


DESKRIPSI
Deskripsi adalah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri 
Dalam keilmuan, deskripsi diperlukan agar peneliti tidak melupakan pengalamannya dan agar pengalaman tersebut dapat dibandingkan dengan pengalaman peneliti lain, sehingga mudah untuk dilakukan pemeriksaan dan kontrol terhadap deskripsi tersebut. Pada umumnya deskripsi menegaskan sesuatu, seperti apa sesuatu itu kelihatannya, bagaimana bunyinya, bagaimana rasanya, dan sebagainya. Deskripsi yang detail diciptakan dan dipakai dalam disiplin ilmu sebagai istilah teknik.
Saat data yang dikumpulkan, deskripsi, analisis dan kesimpulannya lebih disajikan dalam angka-angka maka hal ini dinamakan penelitian kuantitatif. Sebaliknya, apabila data, deskripsi, dan analisis kesimpulannya disajikan dalam uraian kata-kata maka dinamakan penelitian kualitatif .
tulisan deskripsi adalah tulisan yang bertujuan untuk menjelaskan sebuag objek secara terperinci tanpa adanya pengaruh pendapat pendapat pengarang di dalam deskripsi tsb

Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara-suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orang-orang yang masih tidur. serta dapat ku lihat burung-burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Dari timur sang surya menyapaku dengan malu-malu untuk menampakkan cahayanya. Aku berjalan ke halaman depan rumah tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar untuk berlalu lintas dari kejauhan tampak sawah-sawah milik petani yang ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat sejuk, indah, dan damai. Dari kejauhan pula terlihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya yang belum ditanami tumbuhan, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput untuk makan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau. Didesaku rata-rata penduduknya sebagai petani. Pagi ini terlihat sangat sibuk, di jalan" terlihat ibu-ibu yang sedang berjalan menuju pasar untuk berjualan sayur. Tetanggaku seorang peternak bebek yang juga tidak kalah sibuknya dengan orang". Pagi-pagi sekali dia berjalan menggiring bebeknya kerawah dekat sawah untuk mencari makan, bebek yang pintar berbaris dengan rapi pengembalanya. Sungguh pemandangan yang sangat menarik dilihat ketika kita bangun tidur. Dihalaman rumah kakekku yang menghadap ketimur terdapat pohon-pohon yang rindang, ada pohon mangga yang berbuah sangat lebat, disamping kiri potehon mangga dapat pula pohon jambu air yang belum berbuah karena belum musimnya. Dan disebelah kanan rumah ada pohon rambutan yang buahnya sangat manis rasanya. sungguh pemandangan yang sangat indah yang sangat asri dan damai ini adalah tempat tinggal kakek ku dan tempat kelahiran ku. Desa yang bernama NAMBAHDADI ini adalah tempat yang paling aku kunjungi saat liburan. Selain bisa bertemu kakek dan nenek aku juga bias melihat pemandangan yang indah nan damai.

Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.

Contoh Wacana Eksposisi
Yang Kedua bagi American Airlines
Jatuhnya pesawat berkapasitas 266 penumpang airbus A300- 600 merupakan peristiwa kedua bagi American Airlines beberapa detik lepas landas dari bandar udara internasional O’Hare Chicago, tiba-tiba mesin kiri lepas dari dudukannya. Pilot tidak bisa mengendalikan pesawat akibat keseimbangan pesawat mendadak berubah dengan jatuhnya mesin berbobot sekitar 5 ton. Pesawat mendarat dan menghujam tempat parkir kendaraan 31 detik kemudian dan 271 penumpang plus awak tewas seketika. Kecelakaan lain menyangkut mesin copot dialami oleh pesawat kargo El-Al milik flag carier Israel, 4 Oktober 1992. Mesin nomor empat atau yang paling ujung pada sayap kanan, tiba-tiba lepas akibat dua fuse-pin (baut kedudukan mesin) lepas. Disusul kemudian oleh mesin nomor tiga. Mendadak kehilangan dua mesin, pilot tidak dapat mengendalikan pesawat dan menabrak gedung bertingkat di Amsterdam, Belanda. Empat awak tewas berikut 47 penghuni flat yang ditabrak.
Sumber: Kompas, 15 November 2001
Poin-poin penting dalam paragraf/karangan eksposisi
Contoh topik:
·         Data faktual, yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainya
·         Suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta
·         Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian
Contoh urutan analisis:
·         Urutan kronologis/proses, biasanya memaparkan proses, yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya sesuatu atau terjadinya suatu peristiwa
·         Urutan fungsional
·         Urutan atau analisis sebab akibat
·         Analisis perbandingan
Langkah-langkah penulisan:
·         Menentukan tema
·         Menentukan tujuan karangan
·         Memilih data yang sesuai dengan tema
·         Membuat kerangka karangan
·         Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Langkah-langkah Menyusun Paragraf Proses Pola pengembangan karangan eksposisi bisa bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana bekerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi. Berikut langkah penulisannya :
·         Penulis harus mengetahui perincian secara menyeluruh.
·         Membagi perincian atas tahaptahap kejadiannya. Bila tahaptahap kejadian ini berlangsung dalam waktu yang berlainan, penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara kronologis.

Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Langkah menyusun eksposisi: * Menentukan topik/tema * Menetapkan tujuan * Mengumpulkan data dari berbagai sumber * Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
·         Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Contoh
Contoh topik yang tepat untuk eksposisi:
·         Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
·         Peranan majalah dinding di sekolah
·         Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Contoh karangan eksposisi pada umumnya:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Contoh paparan proses yang juga merupakan bentuk eksposisi: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Argumentasi

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja. 
Kesimpulan dari paragraf tersebut ialah memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.
Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:
·         Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
·         Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
·         Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.

Persuasi

Persuasi adalah suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (meskipun tidak selalu logis).


SUMBER :  http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan


Rabu, 09 Januari 2013

CINTA DAN HARAPAN

Terima kasih karena mencintaiku
Untuk menjadi mata
Ketika Aku tidak bisa melihat
Untuk menjadi udara sejuk
Ketika Aku tidak bisa bernapas
Terima kasih karena mencintaiku

Aku tidak pernah tahu Aku punya mimpi
Sampai mimpi itu menjadi Kamu
Ketika Aku melihat ke mata Kamu
Langit adalah biru yang berbeda
Jika Aku mencoba, akan membuat Kamu percaya
Bahwa Kamu percaya dengan cinta abadi